Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gaya Hidup. Tampilkan semua postingan

Makanan Sehat Yagurt Solusinya

Written By Unknown on Sabtu, 23 Juni 2012 | 01.08

Makanan Sehat Yagurt Solusinya Bahwa mengonsumsi yogurt kini menjadi tren di Jakarta, sebenarnya dapat kita tanggapi dengan baik. Tidak ada yang lebih menyenangkan bila kita mulai sadar untuk mengonsumsi makanan yang sehat kan? Hasil studi menunjukkan bahwa 60-80% orang dewasa mengonsumsi kurang dari 2/3 kalsium, dari 1.200 mg yang dibutuhkan setiap hari. Untuk wanita dewasa dan usia lanjut, 220 gr yogurt non-fat yang rendah kalori menyediakan setengah dari kalsium yang kita butuhkan setiap hari. Porsi tersebut sama dengan 160 kalori saja!

Banyak kelebihan yogurt lainnya yang belum diketahui orang. Beberapa di antaranya adalah:
1. Yogurt lebih mudah dicerna daripada susu. Banyak orang yang tidak bisa minum susu, entah karena alergi protein atau tidak dapat mentoleransi laktosa, dapat mengonsumsi yogurt tanpa mengganggu ususnya. Kadar laktosa pada yogurt juga lebih sedikit daripada susu.
2. Yogurt juga membantu menyehatkan usus besar. Yogurt mengandung laktobateria (bakteri baik yang melindungi usus besar), dan kalsium, mineral yang menyehatkan usus besar dan menurunkan risiko kanker usus besar.
3. Yogurt dapat meningkatkan kekebalan, dan membantu menyembuhkan infeksi pencernaan. Karena mengandung lebih sedikit laktosa, dan lebih banyak laktasa, yogurt juga manjur sebagai "obat" diare. Saat sedang mengonsumsi antibiotik, Anda tetap dapat menikmati yogurt. Yogurt akan meminimalkan efek dari antibiotik pada bakteri baik di dalam usus.
4. Yogurt merupakan sumber kalsium. Mengonsumsi yogurt sebanyak 220 gr menghasilkan 450 mg kalsium, lebih banyak daripada yang dihasilkan susu dengan porsi yang sama.
5. Yogurt juga merupakan sumber protein. Yogurt tawar mengandung 10-14 gr protein setiap 220 gr, atau sekitar 20% dari protein yang dibutuhkan manusia setiap harinya.

Memilih yogurt yang sehat
Meskipun sudah mulai mengonsumsi yogurt, banyak orang salah mengartikan bahwa setiap yogurt pasti sehat. Padahal, ada beberapa produk yogurt yang mengandung lemak, kalori, dan gula yang tinggi. Bahkan merek yang mengklaim sebagai produk low-fat bisa tetap mengandung gula dan kalori tinggi. Hanya bila Anda memilih jenis yang tepat, Anda bisa benar-benar sehat. Yang aman sih, memilih yogurt yang tawar, bukan yang sudah diolah dengan ice cream, atau diberi berbagai topping seperti cokelat.

Bila Anda membeli yogurt kemasan di supermarket, periksa label nutrisinya.  Label nutrisi akan memberikan informasi yang benar tentang kandungan yogurt. Jangan hanya melihat salah satu informasi, tetapi juga seluruh data yang lain untuk memastikan kalori, lemak, dan gulanya tetap memenuhi standar kesehatan.

Hati-hati dengan produk low-fat atau fat-free. Informasi ini tidak dapat memastikan bahwa yogurt tersebut sehat. Produk low-fat atau fat-free bisa saja mengandung beberapa kalori dan gula. Gula memang bebas lemak, bukan? Pilih merek yogurt yang mengandung sedikit gula (dapat dilihat dari jumlah gramnya). Produk yang mengandung lebih banyak gula tentu rasanya lebih enak, namun tentunya lebih tinggi kalorinya. Selain itu periksa juga jumlah kalorinya. Seringkali yogurt low-fat memiliki jumlah kalori yang sama dengan yang full-fat. Karena itu, bandingkan juga jumlah kalori pada label nutrisinya.

Cara menikmati yogurt:
Yogurt tak hanya dapat dinikmati dalam cangkir seperti menikmati ice cream, tetapi juga untuk cocolan atau topping.
1. Gunakan yogurt sebagai pengganti mayones. Yogurt tawar yang non-fat mengandung kurang dari 10% kalori, kurang dari 1% lemak, dan sekitar 3% kolesterol bila dibandingkan dengan mayones dalam jumlah yang sama. Kombinasi dari mayones rendah kalori dan yogurt rendah lemak cocok untuk dijadikan dressing dari salad kentang, selad, salad pasta, salad tuna, atau cocolan makanan lain.
2. Anak kecil suka sekali mencelupkan tangannya untuk mengeksplorasi rasa baru. Yogurt bisa menjadi eksperimen bergizi bagi balita.
3. Yogurt tawar jauh lebih rendah kalori, lemak, dan kolesterolnya. Jadikan sebagai adonan kue untuk menggantikan susu, margarin, atau krim asam, untuk resep waffle, pancake, atau muffin.
5. Gunakan yogurt sebagai pengganti ice cream, misalnya untuk membuat yogurt shakes atau smoothies.Makanan Sehat Yagurt Solusinya
01.08 | 0 komentar | Read More

Komsumsi Susu Menimbulkan Jerawat

Komsumsi Susu Menimbulkan Jerawat Hubungan antara makanan dengan masalah kulit sejak lama menjadi sorotan pada ahli dermatologi. Salah satunya adalah kaitan antara konsumsi susu dengan timbulnya jerawat.

Alan Logan, ND, penulis buku The Clear Skin Diet, menyebutkan bahwa konsumsi susu sebaiknya dikurangi bila ingin memiliki kulit mulus bebas jerawat. Menurutnya, meski susu termasuk makanan dengan indeks glikemik rendah, tapi susu mengandung banyak hormon.

"Hormon-hormon dalam susu, bersama dengan kalsium yang tinggi, selama bertahun-tahun sudah dicurigai sebagai penyebab timbulnya jerawat," kata Logan.

Para ahli kulit menduga susu memercepat sintetis androgen dalam tubuh, yakni hormon pria yang ada dalam tubuh wanita maupun pria. Hormon androgen menyebabkan sebum (minyak) lebih banyak dihasilkan kelenjar minyak. Jerawat terjadi ketika sebum yang biasanya keluar ke permukaan kulit itu tersumbat.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam The Journal of American Academy of Dermatology juga menunjukkan kaitan antara susu dengan jerawat. Dalam studi yang mensurvei 47.335 wanita itu diketahui wanita yang minum susu dua gelas atau lebih setiap hari mengalami masalah jerawat.

Meski begitu, Richard Fried, MD, dermatologi dan penulis buku Healing Adult Acne menyebutkan tidak semua orang bereaksi sama terhadap makanan. Ia menyarankan agar kita membuat daftar makanan yang dikonsumsi.

"Buat catatan jenis atau tipe makanan yang dikonsumsi 24 jam sebelum jerawat timbul," katanya. Periksa bagaimana kulit kita bereaksi terhadap makanan tertentu Komsumsi Susu Menimbulkan Jerawat.
01.06 | 0 komentar | Read More

Protein Susu Kedelai Kulit sehat

Protein Susu Kedelai Kulit sehat Dibandingkan dengan susu sapi yang bisa menaikkan kolesterol, susu kedelai justru menurunkan kolesterol. Selain itu, susu kedelai juga kaya akan isoflavon. Dalam satu gelas susu kedelai terdapat lebih kurang 20 mg isoflavon, yaitu sumber antioksidan potensial.

Isoflavon bermanfaat untuk mengurangi kolesterol, mengurangi gejala menopause, mencegah osteoporosis, dan mengurangi risiko kanker. Untuk kecantikan kulit, antioksidan dalam isoflavon menjaga kehalusan dan kemulusan kulit.

Berikut ini adalah cara sederhana membuat sendiri susu kedelai agar manfaat optimal bisa didapat:

1. Merendam
Bersihkan biji kedelai dan rendam dalam air selama 10-16 jam. Anda bisa menguliti biji kedelai dan membilasnya dengan air. Menguliti biji kedelai ini bakal membuat proses ekstrasi susu kedelai jadi lebih efisien.

2. Memanaskan (opsional)
Pemanasan ini boleh tidak dilakukan. Pemanasan ini hanya untuk menghilangkan bau langu yang ada di biji kedelai. Proses pemanasan bisa dilakukan dengan memasukkan biji kedelai yang sudah direndam ke dalam microwave selama dua menit.

3. Menggiling biji kedelai
Giling biji kedelai yang sudah direndam dengan satu liter air dalam mesin blender. Saring menggunakan kain untuk memisahkan ampas dengan sari susu kedelai.

4. Merebus susu kedelai
Panaskan susu kedelai sampai titik didih dan teruskan merebusnya selama lima sampai sepuluh menit. Tunggu sampai dingin dan susu kedelai siap diminum. Susu ini bisa disimpan dalam lemari es sampai tiga hari.

5. Memberi rasa (opsional)
Susu kedelai bisa diminum apa adanya, tapi bisa juga ditambahkan gula sebagai perasa. Dengan susu kedelai, Anda juga dapat membuat smoothies buah yang sangat sehat karena mengandung kedelai dan buah-buahan segar Protein Susu Kedelai Kulit sehat.
01.05 | 0 komentar | Read More

Susu Untuk Kesehatan Tulang Gigi

Susu Untuk Kesehatan Tulang Gigi Gigi perlu dirawat sejak dini agar anak tidak mengalami gangguan tumbuh kembang gigi selain juga mempertahankan keadaan gigi yang normal. Cairan-cairan yang diminum bayi dan balita sangat mungkin mencetuskan kerusakan gigi.

Penyebab terbesar kerusakan gigi anak balita adalah kebiasaan minum susu atau cairan manis dalam botol dot menjelang tidur. Hal ini karena umumnya susu mengandung gula, dan gula yang menempel semalaman akan menyebabkan gigi keropos.

"Minum susu itu baik, tapi sebaiknya tidak dilakukan di malam hari sebelum tidur. Genangan susu di rongga mulut bisa merusak gigi di bagian depan atau disebut juga dengan baby bottle syndrome," kata drg Armasastra Bahar dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia di sela-sela kampanye Sikat Gigi Pagi dan Malam yang digagas Pepsodent di Jakarta.

Agar kebiasaan minum susu tidak membawa masalah pada gigi anak, dokter Arma menyarankan agar orangtua membiasakan anak untuk membersihkan gigi setelah minum susu di malam hari.

"Bisa dimulai dengan yang sederhana, yakni berkumur dengan air setelah minum susu," katanya.

Dengan bertambahnya usia, anak bisa mulai diajarkan untuk menyikat giginya di malam hari.

Perawatan gigi anak juga berlaku untuk bayi yang belum mengalami pertumbuhan gigi susu. "Bersihkan bagian gusi anak dengan kain kasa yang dibasahi air agar tidak ada sisa susu yang mengendap," sarannya.

Sejak anak berusia satu tahun atau mulai mengonsumsi makanan padat, orangtua perlu memerhatikan pola makan seimbang pada anak. Pemberian susu tetap diteruskan karena mengandung banyak nutrisi yang penting untuk pertumbuhan.

Namun, menginjak usia dua tahun, pemberian susu boleh dibatasi dua kali sehari. Kecukupan gizi anak bisa didapatkan dari variasi makanan dan buah yang diberikan Susu Untuk Kesehatan Tulang Gigi.
01.03 | 0 komentar | Read More

Manfaat Susu Untuk Tulang Sehat

Manfaat Susu Untuk Tulang Sehat Ayo dihabiskan susunya”, wejangan ini adalah nasihat paling sering yang diturunkan dari generasi ke generasi. Sebagian besar dari kita menelan bulat-bulat saran itu karena menyakini manfaatnya.

Seiring berjalannya waktu dengan jumlah penelitian yang dilakukan, kita juga mengetahui bahwa susu sapi memang kaya akan kalsium dan vitamin D. Inilah yang kemudian diklaim sebagai nutrisi yang diperlukan tubuh. Namun, dengan jumlah penelitian mengenai susu yang terus meningkat, ternyata banyak peneliti yang tidak mengamini klaim tersebut secara utuh.

Sebab, ternyata mengonsumsi susu dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan risiko kesehatan baru. Salah satu yang paling mudah dilihat sebagai alasan para peneliti menyimpulkan hal tersebut adalah pola ternak sapi yang berubah untuk tujuan komersial.

Secara umum, susu sapi terdiri atas air, lemak, protein, laktosa, mineral, vitamin, dan enzim-enzim. Komposisi ini akan berubah ketika pola konsumsi sapi berubah yang kemudian memengaruhi siklus pemerahan susu dan susu yang dihasilkan. Atas nama memperoleh untung besar, tidak sedikit produsen susu yang menyederhanakan proses tersebut. Alhasil, komponen susu pun berubah secara keseluruhan.

Belum lagi ketika sapi-sapi diberi hormon tambahan agar produksi susunya lebih banyak, ini akan menambah panjang daftar struktur susu yang berubah drastis. Apa ini artinya kita harus beralih ke susu organik?

Dua ahli biologi molekular University of California, Jean Lee dan Randy Wei, menyarankan agar kita mengonsumsi susu organik. Sebab, mulai dari makanan dan proses pemerahan susu dibiarkan berlangsung secara alami. Selain memilih susu organik, keduanya juga menyarankan agar tidak mengonsumsi susu secara berlebihan. Takaran yang disarankan adalah dua gelas sehari. Susu tidak akan bekerja maksimal jika kita tidak mengimbanginya dengan makanan sehat lainnya Manfaat Susu Untuk Tulang Sehat.
01.01 | 0 komentar | Read More

Tulang Sehat Dengan Meminum Susu

Tulang Sehat Dengan Meminum Susu Hari Osteoporosis Nasional 2009 diperingati ribuan warga di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, tanggal 25 Oktober lalu. Sebagai sebuah event, acara itu cukup berhasil menarik perhatian, yang tentu tidak lepas dari peran sebuah perusahaan swasta yang memasarkan produk susu, terutama untuk orang dewasa.

Acara itu juga seolah-olah merupakan antitesis atau sanggahan terhadap pendapat bahwa minum susu terlalu banyak justru menyebabkan osteoporosis. Pendapat yang terakhir ini tercantum dalam buku best seller karya Prof dr Hiromi Shinya, The Miracle of Enzyme-Self-Healing Program, yang tahun 2008 telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia dan diterbitkan Qanita, anak perusahaan Mizan.

Hingga tahun ini, buku itu telah mengalami cetak ulang beberapa kali. Tak kurang dari pengusaha Ciputra amat memercayai isi buku itu, sampai pernah mengadakan seminar untuk warga usia lanjut di rumahnya dengan pembicara seorang dokter yang menguraikan pokok-pokok isi buku Shinya.

Dalam bukunya itu, Shinya yang guru besar kedokteran Fakultas Kedokteran Albert Einstein di Amerika Serikat menulis demikian: ”Satu miskonsepsi umum yang terbesar mengenai susu adalah bahwa susu membantu mencegah osteoporosis. Oleh karena jumlah kalsium dalam tubuh kita berkurang seiring dengan usia, kita diberi tahu untuk minum susu yang banyak untuk mencegah osteoporosis. Namun, ini adalah sebuah kesalahan besar. Minum susu terlalu banyak sebenarnya menyebabkan osteoporosis.”

Apa argumen Shinya terhadap pendapatnya yang ”melawan” pendapat umum ini, termasuk sebagian dokter ahli gizi klinik? Menurut Shinya, kadar kalsium dalam darah manusia biasanya terpatok pada 9-10 mg. ”Namun, saat minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah Anda tiba-tiba meningkat. Walaupun sepintas lalu hal ini mungkin terlihat seperti banyak kalsium telah terserap, peningkatan jumlah kalsium dalam darah ini memiliki sisi buruk. Ketika konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat, tubuh berusaha untuk mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal kembali dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine,” demikian pendapat Shinya.

Ia menambahkan, ”Jika Anda mencoba minum susu dengan harapan mendapatkan kalsium, hasilnya sungguh ironis, yaitu menurunnya jumlah kalsium dalam tubuh Anda secara keseluruhan. Dari empat negara susu besar—Amerika, Swedia, Denmark, dan Finlandia—yang banyak sekali mengonsumsi susu setiap hari, ditemukan banyak kasus retak tulang panggul dan osteoporosis.”

Masuk akal

Menanggapi pendapat Shinya ini, pakar gizi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr Waloejo Soerjodibroto, ketika dihubungi menyatakan bahwa pendapat tersebut masuk akal. Waloejo mengaku belum membaca buku Shinya, tetapi ia belum yakin bahwa kadar kalsium yang berlebih akibat asupan minum susu justru akan mendorong pembuangan kalsium dari ginjal melalui urine, termasuk kalsium dari massa tulang. ”Betapapun susu adalah sumber protein sehingga dalam konteks yang benar, susu tetap berguna untuk tubuh,” katanya.

Walaupun demikian, Waloejo setuju dengan sebagian pendapat Shinya bahwa susu sapi memang paling cocok untuk anak sapi, bukan untuk anak manusia, apalagi manusia dewasa. ”Dalam perkembangan masyarakat modern, air susu ibu diganti oleh susu formula atau pengganti air susu ibu supaya kaum ibu bisa aktif bekerja. Manusia punya otak untuk merekayasa, termasuk menciptakan pengganti air susu ibu yang mendekati atau mirip air susu ibu, walaupun tak bisa sama persis,” tambahnya.

Kita tentu ingat slogan gizi ”Empat Sehat, Lima Sempurna” yang diciptakan tokoh gizi nasional, almarhum Prof dr Poorwosoedarmo, sekitar empat dekade lalu, yang menyebutkan bahwa konsumsi susu ”menyempurnakan” empat komponen makanan lainnya (karbohidrat, protein dan lemak nabati/hewani, sayur, dan buah-buahan). Menurut Waloejo, slogan itu bagus dan amat berguna pada masa tahun 1960-an ketika kondisi gizi masyarakat Indonesia masih kurang baik karena memberikan panduan yang mudah diingat masyarakat awam.

”Namun, kini kita dapat mempertanyakan, apakah benar tanpa susu asupan gizi kita kurang sempurna. Panduan ini kemudian diganti dengan istilah ’menu seimbang’ (balanced diet), yang sebenarnya juga tidak pas. Yang benar untuk konteks Indonesia adalah giza atau gizi lengkap (wholesome diet). Semua komponen ada, tidak kelebihan, tidak kekurangan,” tutur Waloejo.

Konsumsi ikan

Menurut Prof Errol Untung Hutagalung, Ketua Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi), puncak massa tulang (peak bone mass) manusia terjadi pada usia 20 hingga 30-an tahun. Jumlah penderita osteoporosis terus meningkat dan dikhawatirkan menjadi beban masalah kesehatan di Indonesia 40 tahun lagi. Salah satu upaya pencegahannya adalah dengan memaksimalkan mengonsumsi kalsium ketika usia 20-30 tahun. Pengurangan kalsium mulai terjadi pada usia 40 tahun dan makin meningkat setelah usia 50 tahun, katanya (Kompas, 26/10). Ketika dihubungi semalam, Hutagalung menyatakan belum membaca buku Shinya sehingga belum bisa berkomentar bahwa konsumsi susu malah dapat meningkatkan laju osteoporosis.

Prof Waloejo sebaliknya setuju dengan pendapat Prof Shinya bahwa asupan kalsium tidak melulu harus dari susu. Ikan-ikan kecil dan rumput laut, yang selama berabad-abad dimakan oleh bangsa Jepang, ternyata mengandung kalsium yang tidak terlalu cepat diserap (slow release) yang justru dapat meningkatkan jumlah kalsium dalam darah.

Waloejo menekankan, yang penting untuk mencegah berkurangnya massa kalsium pada jaringan tulang bukan hanya asupan kalsium, tetapi juga tersedianya vitamin D3, yang dibuat dari inti kolesterol.

Pada awal evolusi, manusia purba tidak gampang mencari lemak. Dalam perkembangannya, lingkungan dan pola hidup manusia berubah, tetapi mekanisme usus dan enzim-enzim manusia purba masih tidak berbeda dengan manusia modern.

”Itulah sebabnya kita sekarang menjumpai banyak kasus obesitas, kelebihan kolesterol dan trigliserida. Kritik Prof Shinya ada benarnya,” katanya Tulang Sehat Dengan Meminum Susu.

01.00 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger